1.FISH TANK 81
Gimana rasanya bila film yang paling anda nantikan dengan segala keluhan dvdnya tidak akan mungkin sampai dikota anda tinggal malah berjejer rapi dilapak lapak dvd langganan anda..? Oh rasanya seperti ingin berteriak dan berkoar koar bahwa akulah orang yang paling beruntung didunia ini . Hahahaha
Fish Tank yang sudah saya baca berulang ulang dibanyak majalah dan memuat respon positif tahun ini diharapkan mampu membawa atmosfir baru dalam bersinema.Apalagi diperkuat dengan score sempurna dari kritikus paling elitis Roger Ebert dari Chicago Sun Times berbunyi "Arnold deserves comparison with a British master director like Ken Loach" semakin memantapkan Fish Tank terdaftar dalam Now Playing selama bulan Oktober ini.







2.ANIMAL KINGDOM 83
Film keluaran negeri Kanguru ini bolehlah berbangga hati sudah disambut sangat baik di Sundance Film Festival bersanding Winter's Bone. Walau Winter's Bone yang lebih diprioritasin justru ngak nongol nongol Animal Kingdom boleh menjadi alternatif lain mengisi kekosongan waktu. Hanya saja tema A Crime Story yang diangkat mungkin agak sulit merebut hati saya bila tidak didukung sektor sektor sentral yang penting dan tidak membebani.Cukuplah A Prophete yang hadir dengan wajah drama intens kehidupan dipenjara dengan tema narkotika yang membuat saya berkerut dahi walau atensi gembira begitu meledak dihati saya.










3.A SINGLE MAN 77
Rasa penasaran tentu unsur yang amatlah penting dalam menjamah berjejer dvd dilapak lapak penjualan kaset terdekat. Nah.., A Single Man yang menjadi batu loncatan gemilang seorang Collin Firth dipuncak dunia akting, kerap menjadi pertimbangan yang sedikit meragukan karena tema yang diangkat akan menjadi omongan aneh teman teman saya yang pada kolot selera tontonannya.
Disini saya akan ajak mereka mereka agar lebih berwawasan dalam mengunyah sinema. (wah makin ngak sabaaar)














4.GREENBERG 76
Film yang sangat dicintai oleh A.O Scott dari New York Times ini memang layak deh jadi pilihan. Alasannya? Karena ini adalah filmnya Noah Baumbach.. Hmm..,kira kira siapa ya dia. Masih ingat naskah Fantastic Mr Fox yang sangat cerdas dan fresh ? Nah Wes Anderson yang membesut animasi stop motion itu memberikan kepercayaan sepenuhnya pada Noah Baumbach. Hasilnya luar biasa khan? Nah dari situlah alasan logis mengapa film ini begitu tak sabar disimak. I'm Biggest Fans Baumbach.












5.LEBANON87
Sehabis Hurt Locker drama perang yang begitu cerdasnya dibidik dengan shot shot menakjubkan banyak bermunculan film film yang menggunakan pendekatan yang sama / semi dokumenter, seperti Green Zone, Restrepo dan film ini (aku lihat trailer memang ada unsur shake cameranya kog.)
Nah dari hati kecil saya film ini hampir dipastikan cukup menjanjikan walau durasi yang dipakai cuman 93 menit saja. Hey bukankah disitulah film malah lebih berpotensi menggairahkan dengan berpacu didalam ruang waktu yang sempit..?


Bagaimana menceritakan sejarah penting terbentuknya Amerika dengan memadukan dua unsur yang sangat puitis "cinta dan alam". Cinta yang pada hakikatnya adalah kesempurnaan insani dalam menemukan ilah dalam hidup adalah butir butir yang sungguh gersang tanpa dituntun perlahan lahan dengan eksotika alam.Alam yang memiliki kekhusyukkan suara suara jiwa, deru kesejukan yang tiada tara dan tempat dimana manusia dapat berdampingan dengannya adalah seperangkat kesyahduan bila digenggam dengan hati yang murni. Mereka menjelma menjadi palungan kasih sayang yang begitu estetis dimana keterikatan didalamnya merupakan kebutuhan yang kekal dan manusiawi. Mereka memberi kehidupan satu sama lain, segalanya mereka miliki dan segalanya telah tercukupi. Tidak ada keinginan daging, rasa kepemilikan dan tidak ada kepalsuan hidup. Segalanya menceritakan ritme yang jernih, hidup dalam kebersamaan dan melebur dalam refleksi perenungan yang mendalam.

Cinta adalah falsafah hidup yang begitu kelam bila seseorang kehilangan kehadirannya. Melalui potret potret meditatif, cinta adalah kasih sayang yang begitu besar jabarannya dan begitu agung kekuatan yang telah Ia berikan kepada seseorang. Kehilangannya adalah kekosongan yang begitu menyedihkan yang tidak diberikan sang sutradara secara eksplisit seperti menangis meraung raung, ia hadir sebagai mahkota hidup yang memiliki tempat lain untuk dihayati, ia memiliki tempat lain untuk diceritakan dan butuh tempat lain untuk diperlihatkan sebagai tiang hidup yang hampir terlepas. Melalui "The Naturals'' suku Indian asli penghuni daratan Amerika kita diperlihatkan betapa alam dan manusia yang merupakan populasi yang hadir secara berdampingan dan bersinergi satu sama lain adalah sebuah keintiman indah dan meneduhkan. Mereka dilindungi oleh roh ibu mereka sebagaimana ibu yang melindungi putra putri mereka dalam gangguan dunia luar. Mereka berlari lari kedalam pelukan Bunda melalui kepercayaan yang mereka miliki yang merupakan ajaran alamiah disuku mereka. Mereka adalah kabut yang mampu hinggap dan berteman dengan pepohonan yang memiliki perlindungan.
Hingga pada akhirnya sampailah orang orang Inggris di daratan yang diberi nama Virginia dari sebuah ekspedisi panjang perjalanan menemukan "dunia baru" . Ada konteks pergesekan diantara persinggungan orang orang Inggris dengan alam yang begitu misterius. Kehadiran mereka seperti sebuah perjalanan menuju penghakiman dari bangsa The Naturals yang melihat mereka adalah sebuah ancaman.Lantas apakah ancaman memang benar benar datang dan dimiliki The Naturals?

Terreance Malick yang sebelumnya membuatku terhenyak begitu dalam dengan naskah paling puitik sepanjang sejarah "Thin Red Line" memberikan pemandangan yang teramat mempesona dan melibatkan unsur unsur alam sebagai metoda yang paling ampuh untuk menterjemahkan roda cerita. Walau sebenarnya cerita sama sekali tidak menjurus kesana ia begitu memahami adanya pergulatan seni dan aspek meditatif yang kentara didalamnya agar kiranya mampu menebus sebuah konklusi yang memiliki sarat sarat alamiah dan sekali lagi "perenungan". Inilah yang menjadi ciri khasnya yang merupakan arena paling gemilang yang akhirnya mampu membawa ia sebagai sineas didunia yang monumental.

Ada kalanya sebelum menonton The New World, kita hendaknya menyiapkan pikiran yang murni dan menghilangkan keegoan yang selama ini ada dalam diri kita. Hal ini sangat menjadi prasyarat yang amatlah penting bagaimana mempersiapkan diri kita untuk meleburkan diri dengan dunia yang tampak sangat menyesakkan dan membosankan.Ia hadir membutuhkan proses mencerna yang alami dari para nomaters. Ia memiliki unsur unsur yang akan kita sadari secara perlahan lahan, yang tanpa dengan sengaja tercium aroma kesejukan dan ketentraman yang begitu khidmat. Dari situlah klimaks pengelanaan sinema akan mencapai tiitik yang sangat gemilang dan tidaklah terlalu berlebihan seluruh dunia menganggap New World adalah film terbaik selama satu dekade ini.

Directed by Terreance Malick Cast Colin Farrel Q'orianka Kilcher Christopher Plummer Christian Bale Country USA/ UK Running Time 135 minutes Distributed By New Line Cinema
MOAN AND NEW LINE CINEMA SCORE
.......................
A+


Diberdayakan oleh Blogger.