Transformers : Dark Of The Moon (2011)
Rango (2011)
Paul (2011)
Mildred Pierce (2011)
Wu Xia (2011)
Transformers : Dark Of The Moon (2011)
Rango (2011)
Paul (2011)
Mildred Pierce (2011)
Wu Xia (2011)
Trailer esensinya adalah menciptakan efek persepsi yang kuat dan semenarik mungkin buat para penontonnya agar mereka tetap antusias untuk menunggu perilisan film tersebut pun dalam rentang waktu yang cukup lama.Coba lihat trailer Harry Potter dengan dandanannya yang seperti saya katakan kemarin - menyentuh sisi festival yang begitu cantik serta disisi lain dibanjiri efek efek dahsyat yang menyisakan ingatan yang sangat cool dihati kita.Atau trailer Uncle Boonmee yang dengan nuansa kesederhanaannya tampil menghipnotis, menghadirkan shot yang menambahkan elemen suara seperi denyut jantung yang begitu misterius.Dalam hati akan terus bertanya ada apa gerangan, ada apa gerangan?
Bermula dari seekor laba laba yang menggigit Peter Parker. Karena ini sebuah reboot bisa dibayangkan dong apa bedanya. Yups kalau yang versi Sam Raimi sepertinya lagi rame rame ma mahasiswa lain sedangkan disini nampaknya dia lonely lonely saja.Sayangnya sekarang bocoran plotnya belum keluar, saya masih bertanya juga dia masih menjadi mahasiswa atau sudah jadi ilmuwan muda?
Maka ini dia tampilan visual yang dipersembahkan , tak jauh beda dengan shot shot versi sebelumnya namun sepertinya yang ini agak kasar dan agak konyol.Saya hanya berpikir loh kog mirip video game anak ibu kos saya ya..?
Gambar orang ini cukup mendominasi trailer 1 kali ini. Apakah dia yang nantinya akan menjadi musuh karatan Spiderman ? Heuuh ternyata bukan dia Si Goblin yang saya maksud. Ternyata Si Goblin diambil peran oleh orang yang cukup akrab dimata penyuka film India, yakni Irrfan Khan.Saya belum tau dan dapat bocoran Rhys Ifans ini akan jadi orang baik atau orang jahat.
Sisi yang menjanjikan dari film ini adalah pengganti Cliff Robertson dan Rosemary Harris yang memerankan Paman Peter Parker, Ben Parker dan May Parker (walau tetap aja ngak rela lantaran sudah jadi ikonik) yakni Martin Sheen dan Sally Field. Nah lumayan khaan mengingat Martin Sheen sekali menang Golden Globe dan Sally Field dua kali menang Oscar.
Memperlihatkan sisi galau dan dilematis menjadi superhero.Hayoo kamu galau karena jadi Mr Spidey atau galau abis nonton Somewehere?? :p
Saya mau nyebut nama cewek asli pengganti Kirsten Dunst neeh tapi kog susah kali di check imdb yang nyatanya dia bukanlah pemeran lead (FYI lead actornya Andrew Garfield, Irrfan Khan and Denis Leary).
Yups dengan cukup menyesal saya memilih gambar yang satu ini yang saya anggap menarik. Uniknya jawara Harpot kemarin ternyata juga adalah sebuah shot dengan sebuah tangan.Bedanya kalau Harpot tangan kanan yang ini malah tangan kiri (hahaha).Jadi siapa yang semangat ingin diajak berayun ayun lagi dengan Mr.Peter Parker? hayoo angkat tangannyaaaIni adalah salah satu program movie marathon saya selama beberapa hari ini.Jadi saya mau bercuap cuap dengan anda, semoga sudi membaca.
The Good ,The Bad And The Ugly (1966/A) datang menyajikan pengalaman lain, sebuah kisah cowboy western yang sementara ini saya sebut sebagai film western terbaik sepanjang masa (belum nyoba Unforgiven) yang membuat perut saya ketawa terbahak bahak dengan geliat kocak Si Ugly (Elli Walach) ditengah dinginnya karakter The Good (Clint Eastwood) dan Sadisnya The Bad (Lee Van Cleef).Saya baru sadar setelah buka imdb ternyata Elli Walach masih hidup ternyata, dan menjadi cameo sebagai oldman yang ada ditepi pantai di Ghost Writer.Moga moga tetap sehat ya kek (fans).Masih ingat adegan ketika ia tertangkap basah oleh seorang koboy ketika Tuco,Si Ugly sedang mandi susu sebuah hotel ,tanpa diduga serangan balik mengarah ke sikoboy malang tersebut lewat aksi coolnya menyerang balik dengan senjata yang terendam di bath tubnya.And he says “When you want shoot, SHOOT! Don’t Talk”. Hihi best momentnya banyak siih bukan itu aja, tapi disitu keluar best quotenya.
Kemudian ada Archipelago (2010/A-) karya seorang “master art”-Joanna Hogg hadir sebagai film favorite saya pada pertengahan tahun ini,walau ada plot plot yang perlu saya simak lagi (biar dapat A+,film ini juga nanti akan dapat jatah review sendiri).Film yang sangat depresif ditengah keindahan alam yang melatarinya.Namun nyatanya magis khas Apichatpong Weerestakhul sepertinya cukup kentara disini, lihatlah penangkapan kameranya yang statis, bunyi kicauan burung disana sini, dan penguatan gambarnya yang condong pada pohon pohon yang hijau.
Beranjak kefilm yang baru saja saya simak yakni karya Martin Scorsese yang sering dibanding bandingin dengan Taxi Driver diforum forum pecinta film, Raging Bull (1980/A) yang menyadarkan saya oh ini ya nikmatnya film garapan Martin Scorsese.Mengisahkan drama diatas ring dan diluar ring seorang petinju kelas menengah Jake La Motte, yang memperkuat chemistry Robert Deniro sebagai anak kesayangan Martin Scorsese.Saya suka sinematographynya yang memakai layar hitam putih yang menambah kental tata artistic, belum lagi sentuhan glamournya dan drama yang disuguhkannya, walau agak depresif.Adegan ketika ia dihajar habis habisan oleh lawan tandingnya Ray namun ia tidak tumbang tumbang adalah yang paling memorable,makin mengesankan dengan perkataanya “You didn’t get me down Ray” menjadi sihir sinematik yang memuncak bagi saya.Disini Robert Deniro menerima Oscar keduanya.
Terakhir, saya memutuskan untuk bertarung menyaksikan Hamlet (1996/A). kenapa dibilang bertarung? soalnya ini adalah drama teatrikal yang memasang durasi 4 jam (bayangiin) yang membuat saya terkantuk kantuk dan mempausenya beberapa kali karena plotnya cukup pelan dan sentimentil.Kenneth Branagh yang menjadi Hamlet (dia juga yang menyutradarainya) terlihat mendominasi kisah ini, mengisahkan pembalasan dendam dirinya dan rahasia tersembunyi yang tengah meruanglingkupi pemimpin kerajaan.Keunggulan film ini sebenarnya ada pada letak naskahnya, dimana William Shakespeare ikut didalamnya yang menjadikannya banjir dialog ala pementasan yang cukup lebar dan terasa puitis disatu sisi, serta performa aktor aktor didalamnya yang menghafal dialog tanpa cut sama sekali.
Disini kita juga dapat menyaksikan Kate Winslet dengan acting tidak warasnya yang merebut antusias saya.Intinya Hamlet yang terkenal dengan quote legendarisnya “Tobe Or Not To Be “ itu berhasil mengeluarkan decak kagum saya.Hey gimana yang versi Ethan Hawke ya? Penasaran juga
Sekian dulu untuk artikel From “Mother And Child” To “Hamlet” ini, jangan lupakan artikel saya besok, yakni film film yang paling saya kejar selama ini (sampai kebawa mimpi euyy) apalagi kalau bukan HOWL dan SUBMARINE.Terima kasih
Dalam semangat menyuguhkan tayangan segar dan mutakhir yang diusungnya, Spike Jonze menghadirkan a short romance movie berdurasi 29 menit berjudul I’m Here. I’m Here sepertinya bergenre sci-fi ketika robot dan manusia sudah mulai hidup berdampingan dan robot mendapatkan perlakuan yang sama seperti halnya manusia,punya kesempatan kerja, boleh berkendara, memiliki apartment,bersuka ria ditaman, mendapatkan perawatan dirumah sakit atau menghadiri konser musik. Disini terlihat unik kalau ternyata robot bisa bermimpi atau bahkan masih ingat betul isi mimpi mereka, robot juga selera musik yang bagus.Mereka juga bisa bergaul dengan manusia, dan Spike Jonze tampaknya tidak memperlihatkan sisi intimidasi atau prasangka diantara robot dan manusia.Mereka bisa hidup berdampingan, bahkan sama sama menikmati pesta dan hang out bareng
Yang memfokuskan pada kisah sederhana pertemuan dua robot beda jenis yang saling mengisi satu sama lain dalam menguntai moment kebersamaan.Ialah Sheldon yang disuarakan oleh Andrew Garfield, robot berkepala kubus (saya awalnya mengira ini adalah manusia yang mengenakan kardus karton dikepalanya) seorang asisten perpustakaan disalah satu lokasi kota LA yang berkenalan dengan Francesca (Sienna Guillroy) robot lain yang berlawan jenis ketika hendak menanti bus untuk pulang.Fransesca dan teman temannyapun memberikan tumpangan pada Sheldon dan mengajaknya berkeliling kota bersamanya.Pun cerita semakin jelas dan semakin menarik ketika akhirnya Sheldon dan Fransesca semakin intim dan memiliki ketertarikan satu sama lain.Seperti yang kita harapkan juga, bumbu bumbu asmara diantara mereka akhirnya mekar juga.
Love Means Sacrifies, cinta antara Sheldon dan Fransesca penuh pengorbanan, penuh tuntutan yang terbilang baru dan unik yang terlihat begitu tulus.Ketulusan dan pengorbanan inilah yang tampak menjadi tergaet utama naskah yang juga ditulis oleh Jonze ini.
Walau terkesan datar datar saja, I’m Here sebenarnya masih terbungkus oleh atmosfir Where The Wild Things Are- karya spike Jonze sebelumnya , namun menanggalkan sisi keliaran dan mengambil sisi lain agar terlihat berbeda yakni romance.Sisi romantic ini menjurus pada sebuah ketulusan dan pengorbanan yang akan mengingatkan kita makna kedua point tersebut. Keunggulan I’m Here terlihat menonjol dalam urusan music yang melatarinya seperti menyaksikan cita rasa lagu selera Sofia Coppola seperti "Did You See the Words", terlihat sangat enerjik mensinegrikan momen moment dengan alur yang hendak dibangunnya.Boleh saya katakan cukup berkesan.This is a wonderful effort and takes just 29 minutes to say effectively what many full-length features fail to in two hours. A must watch .
Directed By Spike Jonze Cast Andrew Garfield Sienna Guillory and Annie Hardy Year 2010 Genre Drama, Romance, SCi Fi Duration 29 Minutes Country US
MOAN AND NEW LINE CINEMA SCORE
..........................................
B
..........................................