Langsung aja here my version, my 23 films of the year 

#23.
THE ILLUSIONIST
by Sylvain Chomet
Sebuah kerinduan Jacques Tatti pada seorang gadis mungil yang mengikutinya atau dalam versi lain itu mungkin adalah anaknya sendiri.Dalam sebuah naskah yang sudah lama ia tuangkan,akhirnya ia serahkan kepada ylvain Chomet untuk dijadikan animasi kontemporer.Hasilnya begitu syahdu.Sekedar trivia, dinaskah aslinya kelinci itu sebenarnya adalah seekor ayam.


#22.
CATFISH
by Ariel Schulman and Henry Joost
Sebuah sinema road-trip yang begitu berhasil dalam  menelaah human interaction pada jejaring sosial bernama facebook.Begitu asyik, fresh, polos dan misterius namun tak dikhayal jatuhnya pada sisi keterkejutan.Khusus anak sosial Catfish boleh menjadi referensi yang bagus untuk mengetahui penggambaran facebook impact.


#21.
STRANGE CASE OF ANGELICA
by Manoel De Oliviera
Tahun yang begitu ramai dengan film film artistik tidak terlupakan juga Strange Case Of Angelica dari Manoel De Oliviera.Berkisah tentang Ishak, seorang fotografer introvert yang begitu terpikat dengan mayat perempuan bernama Angelica.Ishak terkejut karena ketika mayat itu dipotret, mayat itu tersenyum manis padanya.Maka menjadi jadilah Ishak.Walau mengangkat tema yang tipis yang lebih dominan diulang ketimbang dikembangkan, Strange Case Of Angelica berhasil menceritakan keanehan tersebut.Jangan lupa dengan scene  sailing through in the clouds.


#20.
FINISTERRAE
by Sergio Caballero
Tidak menawarkan ide yang segar karena sudah menjadi makanan sehari hari kita ditelevisi bahwa begitu banyak hantu yang bosan menjadi hantu.Road trip yang boleh terlihat lucu padahal sebenarnya jubah yang mereka kenakan bagi saya seremnya bukan main.Teringat KKK (Klux Klux Klan) di zaman Luther King.Sebuah perjalanan introspektif ketika menemukan dunia fana yang mungkin tidak terlihat ramah.Tetap dengan sentuhan seni yang tinggi.

 #19.
TOMBOY
by Celine Sciamma
Bagusnya Tomboy adalah digarap dengan cara yang tidak begitu terburu buru dalam mengekspos sisi ketomboyan gadis kecil ini tetapi keberadaannya didalam ruang lingkup sosialnya dulu.Hebatnya lagi Tomboy malah terlihat seperti salah satu karyanya Dardanne Brothers,dengan aksen kamera yang sering ia peragakan.Tomboy menghasilkan pencapaian yang berkualitas yang layak dipuji.

#18.
SILENT SOULS
by Aleksei Fedrochenko
Buat saya Silent Souls adalah contoh sempurna terhadap kepekaan penonton terhadap dunia diluar kita.Silent Souls adalah gambaran berupa untain puisi tentang kehilangan dan cinta yang melekat dilanskap suram Rusia Barat.Begitu kuat pengaruh cerita rakyat, etnografi,ras dan mix culture yang berada didalamnya.

#17.
PINA
by Wim Wenders
Musikal teratraktif dekade ini , Tarian modern kontemporer nya begitu memikat dengan koreografi dan kelenturan gerakan penari penari diatasnya.Nampak didominasi oleh rasa sakit dan kedukaan, tapi tidak begitu mudah menerjemahkan apa maknanya.Bagi saya Pina is an effusion of all the emotions dan lagi ia adalah elegi yang menghantui.

#16.
HAHAHA
by Hong Sang Soo
Begitu banyak karya Hong Sang Soo yang berseliweran belakangan ini menjadikan ia adalah sutradara yang paling produktif dalam 3 tahun terakhir.dari empat karyanya yang ia luncurkan , pilihan saya jatuh pada Hahaha pun pencapaian The Day He Arrives tetap saya anggap sama baiknya.Bertemu dengan teman lama yang kemudian duduk bersantai menikmati sake disertai dengan cerita cerita lama tentang keluarga, kekasih dan istri.Begitu santai sampai saya dan kita hanya diajak menikmati cerita cerita itu, pun kalau sampai ada yang mengernyitkan dahi ya sudah tertawakan saja.Hahaha


#15.
THE MILL AND THE CROSS
by Lech Majewski
Sisi menonjol dari dongeng ini adalah visualnya yang sangat mumpuni, bahkan saya sangat menikmati pemandangan alamnya yang penuh dengan guratan kanvas bergaya tradisional.Sangat khas dan unik.Bahwa dibalik sebuah lukisan yang besar bahkan memiliki cerita cerita yang lebih besar dari yang pernah dibayangkan.Diadaptasi oleh buku seorang kritikus seni Michael Francis Gibson The Mill And The Cross menggambarkan prosesi penyaliban Yesus serta represi brutal dari tentara Romawi.Oh lihatlah pria malang diatas.

#14.
ATTENBERG
by Athina Rachel Tsangari 
Ceritanya sudah dua puluh tiga tahun Marina dekat dengan  dua orang,tepatnya sang ayah Spyros dan temannya Bella.Tapi ketika ayahnya mulai memasuki tahap akhir penyakit terminal nya, Marina ingin belajar bagaimana untuk membuka diri terhadap orang lain juga. Bukan hanya karena ia takut kesepian, tetapi juga karena ia ingin tahu tentang hal yang disebut seks.Subjek seks serasa menjadi sebuah ekspedisi.


#13.
ANOTHER YEAR
by Mike Leigh
Sinema british yang ketika setiap kali saya menyaksikannya lagi, kehangatan menerpa begitu kuat dengan kefasihan naskah yang dibangun oleh Mike Leigh.Mike Leigh memang dikenal lebih suka mengarahkan pemainnya tampil lugas dan natural.Hasilnya begitu berkesan.Dalam sebuah ruang pemahaman akan tua,muda, dewasa dan terlambat dewasa semua mencampur dalam obrolan yang begitu memikat.Ensembel castnyapun begitu ciamik.Yang paling membekas bagi saya adalah karakter Ken dengan bekas duka yang ia punya dan usaha dia mendapatkan perhatian dari Mary.Mungkin terlihat lucu namun sebenarnya begitu pilu.

 #12.
MELANCHOLIA
by Lars Von Trier
Melancholia adalah karya underrated tahun ini.Dua sisi paranoia dalam menghadapi sebuah ketakutan yang begitu orkestrasik khas Lars Von Trier.Mungkin adegan ketika Charlotte Gainsbourg merangkul anaknya dan hendak balik kerumah karena terisolasi sampai jatuhnya hujan es adalah adegan yang sangat berkesan.Orkestrasi yang sulit dilupakan..

#11.
MEEK'S CUTOFF
by Keilly Reichardt
Ketika kehadiran sosok seorang pemimpin laki laki nampaknya tidak dapat menjawab ketakutan dalam sebuah ketidakpastian arah mana yang hendak dituju, bangkitlah seorang wanita yang kian menyadari satu hal bahwa dia harus mengambil alih masalah ketangannya sendiri, tidak ada lagi pilihan kecuali mengikuti sebuah metafor dari sesosok Indian yang entah maksud apa kehadirannya.Kelly Reichardt terinspirasi olek kejadian historis yang nyata sepanjang Oregon Trail.Thrilling!

#10.
TURIN HORSE
by Bella Tarr
 
Didedikasikan sebagai karyanya yang terakhir,mungkin kita akan merindukan aeteur seantik dirinya.Sebuah sinema repetitif yang pasti sangat sulit dalam proses pemroduksiannya, mengingat ganasnya lokasi tempat syuting.Entah apa yang telah terjadi disini apalagi dengan kuda itu.Stagnasi dan keterisolasian adalah dua hal yang terlihat berdampingan.

#9.
POETRY
by Lee Chang Dong
Masih ingat ngak bagaimana  puisi terbaik anda itu bisa tercipta?Tentu itu bermula pada sebuah perasaan yang murni.pure.Bagaimana kalau seorang nenek penderita alzheimer memutuskan untuk ikut kelas puisi?Bukankah ia akan kesusahan untuk mendapatkan inspirasi yang pure tadi?Perjuangan nenek ini sangat membuat hati kita terenyuh dan tersayat dalam sebuah penemuan puisi dirinya, nyatanya cerita dari hidupnya sendiri adalah puisi yang begitu besar.

#8.
HONEY
by Semih Kaplanoglu
Memakai cara bertutur kontemporer dan begitu hangat dalam memframing hubungan ayah,ibu dan anak disini.Dalam ruang tutur visual yang lebih kuat dibandingkan dialog, Bal terasa sangat puitis dan lugu.Pun harus dihadapkan pada sebuah tragedi yang sangat tidak diharapkan, Honey tetap pada ruangnya tersendiri bagaimana menerjemahkan sebuah kesedihan dalam preskpektif anak kecil.

#7.
TUESDAY AFTER CHRISTMAS
by Radu Muntean
Sebuah sinema tentang gonjang ganjing rumah tangga yang istilahnya sangat saya sekali (teringat pernah lebay memuja Everyone Else).Dalam ruang yang begitu lebar dengan memperlihatkan mimik wajah tiap karakter ditengah bom keretakan akan hadirnya orang ketiga, ia tetap dibidik dalam konsep yang  rasanya amat renyah.Art work!


#6.
THE KID WITH A BIKE
by Dardanne Brothers
Karena rasa sakit terjatuh dari pohon setinggi lima meterpun tidak sebanding dengan rasa sakit bocah ini yang ditinggalkan oleh ayah kandungnya sendiri.Begitu menohok.Sepi dan getir.Menyelami karya karyanya Dardanne Brothers yang saya kenal dengan gayanya yang lugas adalah sebuah pengalaman magis tersendiri.Terasa sangat membumi ketika mempertanyakan relationship antar satu sama lain.Pun muncul kehadiran sosok ganjil yang sebenarnya mau mengerti keberadaan diri kita.The Kid With A Bike menyisakan kesan menggugah diantara dua sosok ini.


#5.
A SEPARATION
by Asghar Farhadi
Hebatnya A Separation mendudukkan audiens sebagai seorang evaluator atas segala tindakan pelaku pelaku didalamnya.Naskahnya begitu kokoh dan dinamis walau kita harus dihadapkan pada tragedi.Asghar Farhadi nampaknya tidak pandang bulu bagaimana sesungguhnya akhir yang tepat bagi kesemuanya..Semoga kiprahnya makin mengkilat di perhelatan akbar sekelas Oscar.

#4.
CERTIFIED COPY
Abbas Kiarostami
 
Abbas Kiarostami pernah berkata "bentuk terbaik dari sinema adalah salah satu yang menimbulkan pertanyaan untuk para penonton ."Benar bahwa apa yang ditunjukkan dari dua dua tokoh ini tak ubahnya sebuah teka teki yang harus dipecahkan.Ruang sandiwara yang begitu memikat antara Juliette Binoche dan William Shimel bermain dengan begitu apik karena mencampurkan ruang kenangan serta emosi.Abbas Kiarostami memolesnya dengan ajaib.
#3.
ARCHIPELAGO
  by Joanna Hogg
Ketegangan didalam sebuah keluarga seperti potret yang tidak siap saya saksikan berlama lama.Seorang ibu dan dua anaknya yang sudah dewasa menyewa sebuah pondok didaerah yang terpencil sembari menunggu kedatangan sang ayah.Karena mungkin saja ada kebencian yang tak terucapkan diantara diri mereka.Apalagi ketika drama dimeja makan, ah lebih baik menyingkir keluar cepat cepat  dan menarik nafas yang dalam.

#2.
THE AUTOBIOGRAPHY OF NICOLAE CEAUSESCU
by directed by Andrei Ujica

Dokumenter yang memperlihatkan hiruk pikuk masa masa keemasan dkitator Rumania Nicolae Ceasuscu dan juga kejayaan ideologi komunisme yang begitu enigmatic.Ingin rasanya ikut melambai lambaikan tangan merasakan euforia kehadiran pemimpin yang bergelora.Andrei Ujica menyajikannya sebagai dokumenter yang begitu prima tanpa memasukkan embel embel yang membebani kepala.Autobiografi ini sangat tidak menjemukan pun dalam durasi tiga jam.Balutan hitam putih yang sangat apik dan diedit dalam potongan klasik.
#1.
LE QUATTRO VOLTE
by Michelangelo Frammantino
Dalam sebuah konsep dokumenter yang menurut saya tidak biasa, tanpa naskah dan begitu hening, ada pencapaian yang sangat besar diantara pertalian kehidupan antara human,animal and trees.Teruntai begitu sinematik dan magisnya sangat mengikat dalam setiap shot shot yang tenang dan sarat dengan metafora.Adegan seekor anak kambing yang terlepas dari kawanannya dan sebuah truk yang menabrak pagar kandang yang disengaja oleh seekor anjing adalah pencapaian paling magis disepanjang tahun 2011 ini.
Mungkin bagi saya, le Quattro Volte dan Autobiography Of Nicolae Ceasusescu telah melahirkan konsep sinema yang baru.




Still I Want To See : House Of Tolerance - Bertrand Bonello, Tatsumi - Eric Khoo, The Color Wheel - Alex Ross Perry, The Ditch - Wang Bing ,Bonsai -Cristian Jimenez, Le Havre - Aki Kaurismaki, Arirang - Kim Ki Duk,Century Of Birthing- Lav Diaz, The Artist - Michel Hazanavicius, Goodbye - Mohammad Rasoulof, We Have A Pope - Nanni Moretti, Faust - Alexandr Sokurov, Shame - Steve McQueen, The Dancer -Ifa isfansyah, A Dangerous Method - David Cronenberg, Once Upon Time In Anatolia -Nuri Bilge Ceylan,Mysteries Of Lisbon- Raul Ruiz, Twenty Cigarettes - James Benning, Stopped On Track -Andreas Dresen, Silver Bullets -Joe Swanberg,Art History -Joe Swanberg,Carre Blanc-Jean Baptiste Leonessi, Wuthering Heights - Andrea Arnold,The Lady - Luc Besson, The Raid- Garteh Evans,Kosmos -Reha Erdem,Slow Action- Ben Rivers,Snowtown -Justin Kurzel,On The Path - Jasmila Zbanic,Michael - Marksu Schleinzer,I Wish I Knew - Jia Zhang Ke, Margaret - Kenneth Lonergen.









Diberdayakan oleh Blogger.