Shakespeare In Love (1998)

Kisah treatikal yang karena prestasinya membuahkan Academy menjadikannya ia dicibir oleh publik hingga kini.Personally film ini sebenarnya tidak konyol konyol amat euy, bagus malah walau tidak sampai segitunya memang dipuja puji diarena kualitas.Kisah Romeo And Juliet memang menjadi karya William Shakespeare yang sangat legendaris dan punya pengaruh yang kuat di dunia treatikal, rasanya era kini ya jika mencari tema untuk suatu pemanggungan, pasti akan terdengar “Romeo And Juliet aja “ dan dibarengi dengan nada anggukan anggota anggota lainnya "oh iyaa pasti asyiik", bahkan untuk sekedar informasi penulis sudah dua kali memerankan karakter Romeo di panggung sma dulu. B


Sideways (2004)
Nah menanti perilisan karya Alexandre Payne yang berjudul Descendants, ada baiknya mengetahui kiprah sutradara ini lewat Sideways yang menuai limpahan pujian.Okelah dimana ada yang memuji pasti ada juga yang memendam benci atau paling tidak “tidak suka”. Kelemahan Sideways menurut saya adalah terlalu berat sebelah memperkenalkan Miles sebagai penggila anggur ketimbang memperkenalkannya sebagai seorang novelis yang bercita cita tinggi.Sehingga pada saat naskah Miles ditolak mentah mentah oleh penerbit sayangnya tidak menghadirkan emosi yang memadai untuk turut memberikan hati bernama “simpati” padanya. Film ini hanya unggul dalam mengolah cerita tentang penggila anggur saja. B-


Letters From Iwo Jima (2006) & Flags Of Our Fathers (2006)
Proyek Clint Eastwood yang teramat ambisius ini bolehlah saya sambut begitu hangat.Mengingat Eastwood paham sekali ada asas “prespektif” yang harus menjadi landasan ini kisah dalam pandangan siapa. Letters From Iwo Jima tampil dengan menghantam dada yang amat nyelekit dan mengiris sembilu , sampai saya berkata “aduh ada ngak ya film perang yang happy, ngak tahan ma yang satu ini..”sedangkan Flags Of Our Fathers tampak begitu ramah dengan nada humanismenya dan tampak begitu cengeng karena traumatis akut dan pujaan “hero” yang disematnya , yang sayangnya tidak digali dengan begitu meyakinkan.Kedua film ini mengingatkan kita pentingnya mengingat sejarah dan menghargai darah dan airmata pahlawan. Letters From Iwo Jima (B+) dan Flags Of Our Father (C+)

My Kid Could Paint That (2007)
So don’t pretend that I was one of the snobbers in Indonesia karena mengulas film yang tidak banyak dikenal agar terlihat keren dan elitis. Enggak ya karena saya mau ngebela diri saya, film ini diputer di Trans 7 pada tengah malam ketika saya susah sekali tidur.Trans 7 memang dikenal memang tidak terlalu kerbek dalam urusan cinema taste, namun My Kid Could Paint That menghadirkan cerita lain.Ini adalah documenter yang disepanjang cerita mengingatkan kita pada Catfish, namun tidak menjurus padajejaring sosialnya melainkan focus pada bilah lain, yakni “Abby versi lain” yang berbakat melukis.Namanya Marla, yang mengharuskan kita dihadapkan pada suatu sisi mistery pada kejeniusan Marla melukis dengan guratan yang amat abstrak dan berestetika tinggi. Anda disuruh untuk memutuskan “is it Inspiration or is it manipulation”. A-


Diberdayakan oleh Blogger.